x

Diduga Anak Usia 8 Tahun Di Medan Dianiaya Secara Keji Oleh Pelaku Sebelum Meninggal

waktu baca 3 menit
Senin, 9 Okt 2023 10:24 0 73 Redaktur

MEDAN | SuarakeadilanNews.id – Kapolrestabes Medan dan Aparat Penegakan Hukum (APH) beserta Jajarannya mendapat PR dan tugas berat untuk segera menangkap dan menindaklanjuti pelaku pembunuhan Bolqis bocah berusia (8) tahun yang tewas mengenaskan diduga dianiaya secara keji sebelum meninggal dunia. Agar Pelaku segera dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya.

“Jadi kasus ini hutang bagi Jajaran Kepolisian agar segera menangkap pelaku. Agar motif pembunuhan terhadap korban yang selama ini diterlantarkan orang tua kandungannya”, ujar Wartawan bermarga Nasution yang juga warga Percut Sei Tuan, pada Senin, 09 Oktober 2023.

Meninggalnya korban yang mengenaskan sampai viral di media sosial.

Informasi yang tersebar Balqis (8) tahun diduga disiksa secara keji dan mengenaskan hingga tewas. Kematian ini diakui sang ayah. Dan Ia minta jenazah anaknya Balqis agar segera di Autopsi biar tahu secepatnya.

Balgis (8) tahun warga Jln Letda Sujono, Kecamatan Percut Seituan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Medan, anak dari pasangan Edi Syahputra dan Devi Andrean. Korban adalah anak pertama dari tiga bersaudara.

Menurut keterangan sumber, Balqis meninggal dunia di RS Haji Medan, berawal dari Ayah Balqis Edi Syahputra masuk penjara dan Ibunya Devi Andrean diusir warga dari kediamannya karena Devi sering berbuat yang tidak menyenangkan warga setempat.

Balqis beserta kedua saudaranya diasuh oleh ibu asuhnya bernama Peni Elisa.

Semenjak diterlantarkan ibunya, Balqis diasuh Peni Elisa selama Dua bulan lamanya.

Melihat Balqis yang berada di rumah kosong dalam kondisi lemas yang tidak jauh dari kediaman Peni, warga langsung mengantarkan Balqis kerumah Peni dalam kondisi lemah, kemudian Peni mengantarkan Balqis kerumah Waknya yang bernama Rani.

Sampai dirumah Rani, Kamis 05 Oktober 2023 sekitar jam 10.00 WIB, Rani sempat tanya ke Balqis kenapa Ia sebenarnya.

“Kenapa kau nak, siapa yang bikin kau begini”, tanya Rani kepada Balqis. 

“Mulutku dilakban, kepalaku dipukuli dan pinggang ku di tunjang, aku sakit kalau kencing bu”, terang Balqis anak usia (8) tahun tersebut.

“Siapa yang melakukannya nak”, lanjut Rani bertanya. 

Namun sebelum sempat Balqis menjawab pertanyaan dari Rani, tiba-tiba dia kejang kejang.

Dan Rani langsung membawa Balqis ke RS Haji Medan didamping dengan warga setempat.

Tuhan berkehendak lain, tidak lama kemudian Balqis menghembuskan nafas terakhir dan dinyatakan oleh dokter telah meninggal dunia.

“Kami minta agar Kepolisian segera Usut tuntas Kematian Balqis diduga dianiaya secara tidak manusiawi”, ujar sumber.

Lebih lanjut dikatakanya, korban meninggal dunia diduga secara tidak wajar. Anak yang tidak berdosa ini mengalami penyiksaan fisik, akibatnya Bolqis tewas setelah sempat dilarikan di RS Haji Medan.

Sampai berita ini dilansir Kapolsekta Percut Sei Tuan maupun ibu kandung korban belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini di tayangkan. (Tim/Red)

Redaktur

اللهم صلي على محمد وعلى اله محمد

[Man Arofa Nafsahu Faqad Arofa Robbahu]
"Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”

"TIDAK HARUS SEDARAH UNTUK MENJADI SAUDARA SELAGI TAU MENGHARGAI & MEMANUSIAKAN MANUSIA ITULAH YANG DIANGGAP SAUDARA"

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x