x

Pengerjaan Proyek Preservasi Ruas Jalan Antara Pekon Ngarip Sampai Ulu Semong Kecamatan Ulu Belu, Patut Dipertanyakan

waktu baca 3 menit
Minggu, 5 Nov 2023 05:36 0 228 Redaktur

TANGGAMUS | SuarakeadilanNews.id – Pengerjaan Proyek Preservasi ( Link 057 ) ruas jalan antara Pekon (Desa) Ngarip sampai Pekon Ulu Semong Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus, Lampung tepatnya di dusun Sidodadi Pekon Penantian UB dengan Kontruksi Jalan Beton ( Rigid Pavement ) diduga pengerjaannya banyak yang tidak sesuai dengan ketentuan dan Standar Operation Prosudure ( SOP ).

Proyek milik Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Propinsi Lampung dengan nomor kontrak : 01 / KTR / PML / RMJ – 057 / V . 03 / IV / 2023 tertanggal 18 april 2023 dengan nilai anggaran Rp 39.728.000.000 ,-

Ini terlihat dari hasil pekerjaan yang belum diserahkan dari pihak pelaksana PT Bumi Lampung Persada dengan tenaga Consultan ditunjuk CV Nusa Indah Technik kepada pihak Pemerintah , sudah nampakbanyak yang retak / belah.

Ini diduga keras disebabkan tidak menggunakan tulang besi beton (Reinforcing Bar) ditengahnya.

Juga tidak dilakukannya penyiraman setelah hamparan Cor digelar. Dengan mengingat countur tanah diarea tersebut labil , ditambah lagi dengan musim kemarau yang suhu sangat panas , yang bisa mengakibatkan keretakan.

Saat awak media ingin mengklarifikasi pekerjaan pada Ka.Bid Bina Marga dan Bina Kontruksi di Bandarlampung ( senin, 30/10/2023 ) yang bersangkutan tidak ada di kantor.

Awak media mencoba menelusuri melalui Consultan CV Nusa Indah Technik yang beralamatkan Jln.Sugriwo No.35 Kampung Sawah Brebes Bandarlampung . Kantor tersebut tidak menampakkan layaknya seperti kantor karena tidak adanya papan nama perusahaan , hanya rumah tinggal biasa yang lantai bagian atasnya dijadikan kantor .

Awak media diterima oleh Ferry yang mengaku selaku Direktur CV Nusa Indah Technik.

Ferry menjelaskan bahwa dia tidak mengetahui apa apa sama sekali mengenai pekerjaan proyek terrsebut ” CV kami hanya dipinjam nama saja bang….oleh rekanan” ujarnya.

Sangat disayangkan proyek dengan nilai fantastis ( milyaran ) pengerjaan nya terkesan asal jadi.

Beberapa warga masyarakat disekitar lokasi proyek memberi keterangan ” betul….bang kami lihat sendiri proyek jalan itu tidak ada tulang besinya ,makanya bang….belum apa apa sudah pada retak.

Salah satu warga juga mengungkapkan “Rangkaian besi yang ada nya cuma untuk pembatas cor coran dan setiap jarak luma meter baru diberi kerangka besi ( Dowel ) sedangkan ditengahnya sama sekali tidak ada tulang besinya bang….”

Karena letak kami dipegunungan tanah nya labil , pada saatmusim pemghujan mudah longsor , mungkin kalau kondisi tanahnya baik pasti oleh Pemerintah di Aspal / Hotmix , ujar salah satu tokoh masyarakat dusun Tempel Pekon Penantian UB.

Sebagai pembanding pekerjaan , warga masyarakat membandingkan dengan pekerjaan proyek yang sama yang pernah dikerjakan di Pekon Karangrejo Kecamatan Ulu Belu menggunakan kerangka besi beton (Rein forcing bar).

Rein forcing bar adalah : batang baja yang berbentuk jala baja yang digunakan sebagai alat penekan pada beton bertulang dan struktur batu bertulang untuk memperkuat dan membantu beton dibawah tekanan , dan meningkatkan kekuatan tarik struktur.

Harapan masyarakat pekerjaan proyek jalan beton dengan dana yang fantastis diharapkan bisa dikerjakan sesuai dengan ketentuan.

Mereka meminta pihak Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Propinsi Lampung untuk turun ke lapangan mengecek langsung agar tidak ada penyelewengan kinerja yang lebih parah.

(Tim)

 

Redaktur

اللهم صلي على محمد وعلى اله محمد

[Man Arofa Nafsahu Faqad Arofa Robbahu]
"Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”

"TIDAK HARUS SEDARAH UNTUK MENJADI SAUDARA SELAGI TAU MENGHARGAI & MEMANUSIAKAN MANUSIA ITULAH YANG DIANGGAP SAUDARA"

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x