x

Sejarah Kampung Wersar, Kampung Tertua Di Kabupaten Sorong Selatan.

waktu baca 7 menit
Selasa, 30 Jan 2024 17:38 0 329 Niko Dhemus

Suara Keadilan News. Id.Teminabuan 31 Januari 2024.

Di zaman kelam kehidupan primitif belum ada nama kampung Wersar yang kini di diami oleh suku Tehit Mlaqya Suku Tehit Mlaqya artinya benten kecil juga disebut benteng terakhir atau benteng pertama merupakan pusat komando pertahanan perang antar suku-suku waktu itu ada satu suku dua benten pertahanan yaitu suku Tehit Mlaqya dan suku Tehit Mlafle.

Suku Tehit Mlafle artinya benten pertahanan besar yang terdiri dari 4 kampung ya itu kampung Wermit, kampung (A), Kampung (B) dan kampung Seribau, Seribau merupakan benten pertahanan terang kini kedua suku tersebut merupakan penduduk asli Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan,bukan mitos dari jaman primitif dan sebelum adanya kerajaan kesultanan warga masyarakat penduduk suku Tehit Mlaqya tinggal dalam satu komunitas besar.

Membangun benteng pertahanan perang Karena masih sering terjadi perang antar suku-suku pembunuhan dan transaksi perdagangan Manusia Sebelum Anggok Konjol di tangkap oleh sultanan Tidore waktu itu kampung sudah ada namun belum ada namanya kampung Werisa berasal dari bahasa Patipi yang artinya kali satu (satu sungai) namun dalam perkembangan perkembangan pembangunan nama Werisa salah dalam penulisan nama menjadi Wersar

Dalam perkembangan kesultanan Sultan Tidore menangkap salah satu tokoh berpengaruh umum suku tehit  dari  kampung Wersar yakni Anggok Konjol dan di bawah keTidore disana Anggok di penjarakan dan beliau menganut agama Islam setelah bebas dari penjara kembali ke kampung halamnya Wersar yang kemudian sultan Tidore, bersama 4 orang juru bahasa Melayu dari fakfak yaitu ,Raja ,Fatagar Raja,Ati Ati Raja Rombati dan Raja Patipi melantik Anggok sebagai Raja Kaibus pertama dengan ditandai dengan dentuman meriam Portugis sebanyak 3 kali pada tahun 1900.

Dalam tugasnya raja Anggok melantik 3 orang raja mudah, Isak besi Thesia, raja Sqolo Bru(Solosa) dan raja Mafa. Selain melantik tiga orang raja muda baik serta bukan di lantik namun secara simbolis raja Anggok kasihkan jabatan raja kepada raja Kambuaya serta melantik 4 orang perangkat kerja asal kampung Wersar seperti Kapitan,Miyor,Raja mudah dan Wornemin,melalui pemerintahan kerajaan raja Anggok.

Mengunakan perahu boot tian layar perahunya patah kurang lebih satu minggu raja Anggok bermalam di Inawatan dan seringkali ia melihat guru penginjil melakukan Ibadah kepadaTuhan yang kuasa bersama warga setempat adapun kegiatan keseharian lainnya seperti pendidikan belajar mengajar kepada siswa -siswi sekolah dasar. Dari situlah ahirnya Raja Anggok berinisiatif bertemu pendeta Westsen di Inawatan memintah guru setelah pulang karena menunggu lama raja

 

Mengutus warga masyarakat suku Tehit Mlaqya berangkat ke Inawatan dan atas kehendak Tuhan dengan sendirinya dua orang pengginjilan itu .Bapak, Matatulah dan Bapak Yotleli berangkat dari Inawatan dan menginjakkan kaki pertamanya di kampung wersar pada 27-1-1927. Waktu itu kampung sepi sisa 8 orang warga masyarakat yang terdiri, dari dua orang dewasa dan 6 orang anak anak sebulum nakhoda bersama raja mengantar penginjil Bapak,Fredrik Yotleli ke teminabuan pada saat itu juga dua orang tokoh ini adalah utusan Zendin Gereja Hevord Belanda memberitakan Injil dan juga menjadi.

Guru pendidikan sekolah dasar merekrut 3 pria dan 3 orang wanita menjadi murid pertama pada
Zaman itu Zaman primitif sehingga warga masyarakat nenek moyang dari setiap marga asal suku tehit Mlaqya
keseharian hidup dan tempat tinggalnya mereka dalam berbentuk kelompok kelompok ada 5 benteng pertahanan di hutan atas terang injil semua warga masyarakat kembali dan berkumpul menjadi satu membangun kampung Wersar .

Siap hidup baru dalam terang injil Kudus atas berkat Tuhan pembukaan pendaftaran murid sekolah dasar secara massal dan pembaptisan kudus raja anggok konjol ikut di baptis menjadi Nasrani kepemerintahan raja Anggok berjalan kurang lebih beberapa tahun kemudian kehadiran tentara jepang di teminabuann dan kemimpinan raja terus bejalan dan terhenti karena di panggil Tuhan almarhum meninggal dunia pada tahun 1930an jabatan raja tersebut

Di teruskan oleh anaknya Marthen mage konjol meneruskan roda kepemerintahan Kerajaan waktu itu perang dunia ke 2 sedang terjadi Naga sakti dan Hirosima Amerika Serikat dan sekutunya melawan Jepang, kedua negara tersebut ambisius ekonomi dunia dan ingin menguasai tanah Papua Amerika membangun pangkalan militernya di werur Sausapor dan jepang membangun pangkalan militernya di (Babo Papua)

Sehingga salah satu pempinan militer asal Amerika dari Sausapor mengunakan pesawat menuyup ke Teminabuan melalui kampung Mogotemi dan mengirim surat kepada raja yang di bacakan oleh Guru penginjil Bapak lodwik Makoi. Isi suratnya mengajak 5 orang tokoh seperti raja Marten Mage Konjol, toko Ortuan Flasi,tokoh Gustaf Sesa ,raja Kambuaya dan Raja Mafa dapat bekerja sama berperang mengusir tentara Nippon dengan

Jaminan 5 pucuk senjata otomat merek loper sebelum penyerahan senjata api tersebut di mintai bukti pembunuhan tentara Nippon Strategi Amerikapun berhasil raja,Marthen konjol di bantu adiknya oktofianus kedemes berhasil mengorbankan satu anggota Nippon telinganya dipotong dan keringkan di atas bara api  lalu di kirim bukti di  setelah  pimpinan militer Amerika menerima bukti dapatlah ia Memberikan sepucuk senjata loper otomatis 15 amunisi kepada raja Marthen Konjol.

Sehingga raja bersama warga masyarakat suku gemna menyusun rencana pembunuhan terhadap tentara jepang dengan alasan ikut kegiatan pembersian kebun jagung milik tentara Jepang di bandara Teminabuan saat pembersihan berlangsung waktu sudah siang di Tengah capek dan lengah maka terjadilah pembunuhan salah satu dari anggota Nippon selamat dan berlari menuju pusat komando pasukan jepang waktu itu, kini adalah gedung SD YPK Markus Kohoin

Guna melaporkan kejadian tersebut kepada atasannya kemudian pasukan bergerak dengan cepat memperoleh informasi dari warga sekitarnya bahwa pelaku pembunuhan merupakan kelompok warga masyarakat kampung Wersar,Jepang salah target warga karena di prakarsai oleh raja maka pasukan Jepang melakukan  pengejaran warga masyarakat d wilayah kampung Wersar.

Suara Keadilan News. Id.Teminabuan 31 Januari 2024.

Setelah benten pertahanan Naga Sakit dan Herosima termasuk pangkalan Jepang di(Babo) diruntuhkan oleh Sekutu Amerika akhirnya jepang pulang meninggalkan wilayah Papua dan di gantikan oleh pemerintahan  kerajaan kolonial Belanda dan pemerintahan raja juga berjalan  raja Marten mage konjol ikut bersama pemerintah  Belanda membangun kota Teminabuan yang kemudian pada tahun 1961 almarhum meninggal dunia lalu pangkat di pinjamkan kepada raja Samuel Konjol dan berakhir pada tahun 1990.

Sifat jepang di tanah dipapua waktu itu kejam menyiksa dan membunuh rakyat
cara pendidikanya baik dari pendidikan Belanda melati pribumi bernyanyi lagu kemerdekaannya dan belajar berbahasa Jepang .Satu Tahun kemudian peristiwa pembebasan Iran Barat pada tahun 1962. Dari masa transisi awal kemerdekaan hingga tahun 1963 maka terbentuklah lembaga pemerintahan kampung seperti kepala Kampung RK- RT di Irian Barat kala itu termasuk kampung Wersar, terdapat dua kelompok Warga masyarakat dan ada dua kepala kampung seperti Wersar (1) nama dulunya adalah (NA SEWSA). Artinya orang -orang yang tinggal di kepala air nama kepala kampung adalah Almarhum,Bapak Habel Konjol

 

Dan warga masyarakat wersar 2 (Tapiri) NA SEWQHA QHA.Yang artinya orang -orang yang bertempat tinggal di (pantat)Air yang di pimpin langsung oleh Almarhum kepala kampung, Qwandan welem Kondororik ,sebutan Sewsa dan Sewqa qha, dengan BHS Indonesian artinya hulu dan hilir.
Istilah tersebut mengikuti satu Sungai atau kali yang mengalir dari darat hinga kelaut lepas pantai nama kalinya (NAYA) di wilayah adat pemerintahan kampung Wersar dan kampung TapiriDi masa transisi tahun 1963 kepala kampung belum di gaji nama pejabat pemerintahan kampung kepala desa masih sering disapa dari sejak peralihan tahun 1972 -2002. Usia Negara 40 tahun nama kepala desa di ganti menjadi kepala kampung kata salah seorang mantan kepala desa,” Bapak Melkianus konjol.

Ia membenarkan selama dua periode dia mengapdi sebagai kepala desa di kampung Wersar nama kepala desa berakhir di masa jabatanya sebelum meninggalkan jabatan kepala desa saya Melkianus Konjol bersama ,Bapak Otow Ihalau camat Teminabuan mekarkan Kampung Tapiri pada tahun 2002 hingga di tahun 2024 berjalan .Kampung Tapiri di usia 20 tahun dengan adanya kebijakan Negara

Melalui kementerian Direktorat Bina Desa Kementerian dalam Negeri berdasarkan Undang- undang desa No 6 tahun 2014 dan turunannya.Peraturan Pemerintah Pusat No.43 tahun 2014 masa. kampung persiapan satu sampai dengan 3 tahun,berdasarkan perihal di atas maka kepala kampung Ringgo Seranik bersama toko masyarakat kampung Tapiri melalui pemerintah daerah Distrik dan Dinas Pemberdayaan masyarakat kampung

Di setujui pejabat daerah,Bupati Kabupaten Sorong Selatan Bapak,Samsudin Anggiluly.S,E. M.Tr.A.mengeluarkan Rekomendasi 265 kampung persiapan di kabupaten Sorong Selatan termasuk Rekomendasi kepala kampung tapiri mekarkan kampung persiapan Rombowa dalam kesempatan itu juga Bapak,Penehas konjol adalah kepala kampung persiapan Mindiwe beliau juga membenarkan bahwa kampung persiapannya juga pecahan dari kampung Wersar

Bapak Penehas Konjol sembari ia berharap Kampung persiapan Mindiwe yang di usulkan pada tahun 2018 kampung ini sudah di bangun dari Nol dan di tahun 2019 sebanyak dua kali kampung persiapan Mindiwe mendapatkan bantuan dana 30 persen dari kampung induk wersar dapat di gunakan untuk mengakses jalan masuk kampung 5 ratus meter perbersihan lokasi kampung dan dapat juga pembuatan jalan gang.Agar pemerintah daerah memperhatikan 2025 kampung persiapan termasuk kampung persiapan Mindiwe,”ungkapnya Usia kampung Wersar terhitung dari tahun 1900 hingga tanggal 27 – Januari tahun 2024 kampung Wersar berusia 124 tahun.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x