Banner Iklan
Berita

Pemkab Bojonegoro Beri Insentif Ribuan Guru TPQ, Marbot hingga Modin Perempuan

17
×

Pemkab Bojonegoro Beri Insentif Ribuan Guru TPQ, Marbot hingga Modin Perempuan

Sebarkan artikel ini

Bojonegoro-[]   Ribuan guru Tempat Pendidikan Al-quran (TPA), modin perempuan, marbot, dan para pekerja sosial lain di Kabupaten Bojonegoro telah menerima insentif tahap 3. Pemberian bantuan ini merupakan langkah Pemkab Bojonegoro untuk memastikan kesejahteraan para pejuang pekerja sosial.

Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Bojonegoro Mohammad Agus Anshori menyampaikan bahwa langkah ini menjadi bukti konkret komitmen pemerintah daerah dalam mengapresiasi mereka yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai religius dan harmoni sosial di tengah masyarakat. Para penerima manfaat ini mencakup berbagai elemen penting, mulai dari penjaga rumah ibadah hingga penggerak kegiatan keagamaan di tingkat desa.

Berdasarkan data teknis rincian sebaran penerima insentif pada tahap ini adalah guru TPA/TPQ sebanyak 4.741 orang (Rp 8,53 miliar), marbot sebanyak 3.784 orang (Rp 6,81 miliar), jamaah tahlil (laki-laki) 1.976 orang (Rp 3,5 miliar), jamaah tahlil (perempuan) sebanyak 2.967 orang (Rp 5,34 miliar), takmir masjid 1.380 orang (Rp 2,48 miliar), modin perempuan sebanyak 1.010 orang (Rp 1,8 miliar). Untuk tahap 3 ini, periode insentif mulai September hingga Desember dengan nominal Rp 150.000/bulan.

Agus menekankan bahwa pemberian insentif ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk penghormatan atas dedikasi. Guru TPA/TPQ, yang menjadi kelompok penerima terbesar (4.741 orang), dinilai memiliki peran vital dalam membangun fondasi karakter generasi muda Bojonegoro sejak dini. Juga peran marbot dan takmir yang memastikan rumah ibadah tetap nyaman dan menjadi pusat pembinaan umat. Kehadiran modin perempuan dan jamaah tahlil juga menjadi bagian tak terpisahkan dari struktur sosial yang menjaga tradisi dan kerukunan warga.

Agus Anshori juga memastikan bahwa seluruh proses pencairan dilakukan melalui sistem perbankan guna menjamin ketepatan sasaran dan transparansi. “Para penerima dapat memanfaatkan insentif ini untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga semangat dalam melayani masyarakat tetap terjaga,” terangnya. Ia menegaskan, insentif ini juga akan diberikan di tahun 2026 ini-<:**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *